KH. Nur Salim merupakan salah satu ulama kharismatik asal Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, yang hingga kini masih dikenang oleh masyarakat. Sosok beliau dikenal sederhana, teduh, dan memiliki kedekatan spiritual yang kuat dengan Allah SWT. Di kalangan masyarakat, beliau akrab dipanggil Gus Nur Salim.
![]() |
| Gus Miek & Gus Nur Salim Foto Restorasi |
Dalam perjalanan dakwahnya, KH. Nur Salim mendirikan Pondok Pesantren Sunan Kalijaga di wilayah Sukolilo, Jabung. Pesantren tersebut berkembang menjadi pusat pendidikan Islam dan kegiatan dakwah yang banyak didatangi masyarakat dari berbagai daerah. Melalui pengajian, majelis shalawat, dan pembacaan Surat Al-Waqi’ah, beliau mengajarkan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah dengan hati yang ikhlas.
KH. Nur Salim dikenal memiliki cara dakwah yang lembut dan menenangkan. Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai kesederhanaan, penghormatan kepada orang tua, serta pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Banyak jamaah merasa mendapatkan ketenangan hati setiap kali mengikuti majelis beliau.
Salah satu nasihat beliau yang paling terkenal adalah ungkapan:
“Wali iku ora owal, ora lali.”
Kalimat tersebut memiliki makna bahwa seorang wali adalah orang yang tidak pernah jauh dan tidak pernah lupa kepada Allah SWT. Pesan sederhana itu hingga kini masih sering dikenang dan menjadi pelajaran spiritual bagi masyarakat.
![]() |
| Keluarga KH. Nur Salim Restorasi |
KH. Nur Salim wafat pada tanggal 3 Maret 1999. Meski telah berpulang, ajaran, keteladanan, dan perjuangan dakwah beliau tetap hidup di tengah masyarakat. Hingga sekarang, nama KH. Nur Salim Jabung masih dikenang sebagai ulama sederhana yang membawa keteduhan dan menjadi panutan umat.
tulisan dan foto ini di kutip dari : https://jurnaba.co/
.png)




0 Comments:
Posting Komentar