Tampilkan postingan dengan label Kampus ft Kampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampus ft Kampung. Tampilkan semua postingan


 

https://www.kampungadat.com/2025/07/logo-dan-tagline-dusun-busu.html

https://www.kampungadat.com/2025/07/logo-dan-tagline-dusun-busu.html

https://www.kampungadat.com/2025/07/logo-dan-tagline-dusun-busu.html

https://www.kampungadat.com/2025/07/logo-dan-tagline-dusun-busu.html

https://www.kampungadat.com/2025/07/logo-dan-tagline-dusun-busu.html

https://www.kampungadat.com/2025/07/logo-dan-tagline-dusun-busu.html

https://www.kampungadat.com/2025/07/logo-dan-tagline-dusun-busu.html

https://www.kampungadat.com/2025/07/logo-dan-tagline-dusun-busu.html

Karya : Mahasiswa STIKI Tahun 2018  | Iman Cs

Pendidikan merupakan salah satu tolak ukur kemandirian suatu bangsa. Hal ini dikarenakan pendidikan akan berkorelasi positif dengan tingkat kesejahteraan rakyat. Indonesia dengan jumlah penduduk yang banyak dan didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, nyatanya tidak diikuti oleh tingginya tingkat kesejahteraan rakyatnya. 



Tim dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan pengabdian masyarakat dengan judul Edukasi dan Pendampingan Materi Pelajaran Dasar Berbasis STEM (Science Technology Engineering Mathematics) untuk Komunitas Preman Mengajar sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi dan Sumber Daya Pendidik di Lembaga Pendidikan Informal.


Kegiatan ini bertempat di Dusun Busu, desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Berlangsung 2 kali pertemuan yaitu pada tanggal 10 dan 17 Oktober 2020. Dusun Busu sendiri berjarak sekitar 22,6 Km dari Universitas Negeri Malang.


Pada tanggal 10 Oktober kegiatan di mulai dengan memberikan pelatihan kewirausahaan dengan membuat mie yang sehat oleh Bapak Agung Witjoro S,Pd M.Kes, Kemudian dilanjutkan dengan motivasi  Peserta oleh kakak mahasiswa. Jumlah peserta yang hadir 30 orang, sebagian besar dari Pengajar Pendamping dari Gubuk Baca Lereng Busu dan juga Preman Mengajar.

Kegiatan Pada tanggal 17 Oktober 2020 di buka dengan penampilan tari dari Gubuk Baca Lereng Busu. Kemudian di lanjutkan pendalaman materi STEM (Science Technology Engineering Mathematics) oleh Ibu Kennis Rozana S.Pd, M.Si selaku Ketua Pengabdian dari Universitas Negeri Malang.



"Rendahnya kesejahteraan rakyat Indonesia disebabkan oleh tidak meratanya akses pendidikan pada beberapa daerah di Indonesia. Berawal dari kondisi pendidikan di Indonesia tersebut, lahirlah komunitas sosial PREMAN MENGAJAR yang peduli dengan hak- hak pendidikan anak- anak di pelosok daerah. Niat mulia PREMAN MENGAJAR untuk membantu anak- anak di pelosok daerah yang tidak mendapat akses pendidikan nyatanya tidak diikuti oleh kemampuan dan keterampilan PREMAN MENGAJAR yang memadai." 



Melalui sistem pendampingan sistematis yang mengkombinasikan keterlibatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang terdiri dari pelatihan teknik dasar mengajar, pendampingan pemahaman materi dasar, teknik evaluasi, teknik belajar menyenangkan dan kontekstual, hingga pendampingan pengembangan minat bakat peserta didik diharapkan peran komunitas PREMAN MENGAJAR yang bergerak di bidang pendidikan dapat tercapai dengan optimal. 


Pada akhirnya, peningkatan pemahaman materi dan keterampilan mengajar dari anggota komunitas PREMAN MENGAJAR ini akan berdampak pada peningkatan akses pendidikan di pelosok daerah yang belum terjangkau.


Tujuan besar dari edukasi dan pendampingan materi pelajaran dasar bagi anggota komunitas PREMAN MENGAJAR ini adalah memberikan edukasi dan pengetahuan bagi anggota komunitas PREMAN MENGAJAR itu sendiri agar dapat meningkatkan taraf kesejahteraan hidupnya, juga untuk membantu anak-anak di daerah pelosok agar tetap dapat menikmati pendidikan yang tepat dari para pendidik yang berkualitas.


Selain itu tujuan lainnya yang ingin dicapai dari pengabdian masyarakat ini adalah pemahaman teknik mendidik dan mengajar sekaligus pemahaman materi bagi anggota PREMAN MENGAJAR agar dapat menjalankan perannya dengan optimal dan menyampaikan ilmu pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Publikasi Media Cetak : Klik Di sini



Kampung Adat | Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang merupakan wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu produsen susu segar di Malang raya. Data dari KAN Jabung dalam satu harinya perolehan susu dari peternak sapi perah sekecamatan Jabung menghasilkan kurang lebih 65 ton susu. Sedangkan masih banyak peternak sapi perah yang tiap harinya menyetor ke pengepul-pengepul selain dari KAN. meskipun begitu, kesejahteraan para peternak sapi perah di wilayah ini jauh dari sejahtera, banyak dari peternak yang pas-pasan atau bahkan merugi.


Kenyataan ini dikarenakan, para peternak belum mempunyai pengetahuan lebih untuk mengolah susu segar dari hasil sapi perah yang dimilikinya, para peternak belum berdaya dari hasil peras susu sapi mereka. Masyarakat peternak sapi hanya menjadi penyetor susu ke koperasi atau pengepul yang ada di wilayah kecamatan Jabung. Dengan melihat kondisi seperti itulah Mahasiswa Muhammadiyah Malang yang tergabung dalam kegiatan PMM (pengabdian masyarakat oleh mahasiswa) bhaktimu negeri, Kelompok 16 yang terdiri dari beberapa mahasiswa peternakan dan Pendidikan Bahasa Arab tergerak untuk memberikan edukasi pengolahan susu segar pada kamis 13/08/2020.


Kegiatan yang dilaksanakan di balai Dusun Busu Desa Slamparejo, kecamatan Jabung, Kabupaten Malang ini diikuti oleh ibu-ibu PKK diharapkan bisa membantu para peternak sapi perah lebih berdaya dan mempunyai pengetahuan pengolahan susu untuk menambah penghasilan keluarga, bukan hanya menjual susu segar saja namun juga mampu mengolah susu segar menjadi produk yang memiliki nilai jual yang lebih.


Suhasti Nabila, kordinator PMM Universitas Muhamadiyah ini menuturkan bahwa, “tujuan pendampingan ini agar peternak sapi perah tidak hanya menjual susu segar ke mitra saja, akan tetapi dapat mengolah susu menjadi produk lain salah satunya susu jeli. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat mempraktekkan dan memasarkannya secara mandiri”. Karena banyaknya ketergantungan masyarakat dari penghasilan menjual susu segar, namun harga susu yang dijual tidak sebanding dengan tenaga kerja yang digunakan. Dengan demikian pelatihan ini diadakan agar memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, utamanya para peternak sapi perah yang ada di dusun Busu ini”.



Dalam pelatihan yang di ikuti oleh Ibu-ibu PKK ini mahasiswa PMM memberikan edukasi bagaimana mengolah susu segar menjadi berbagai macam produk turunan, yang mempunyai nilai ekonomi lebih dari penjualan di banding harga susu segar.Gadis berkacamata ini menjelaskan lebih jauh tentang pelatihan pengolahan susu segar menjadi produk turunan dari susu. Salah satunya materi dan edukasi bagaimana tips dan trik dalam mengolah susu.

“karena sebenarnya dalam pengolahan susu tidak dapat diolah secara sembarang. Dalam pengolahan susu terdapat beberapa metode pengolahan diantaranya sterilisasi dan pasteurisasi” terangnya di sela kegiatan pelatihan.

Dikarenakan keterbatasan alat penunjang pengolahan susu yang ada, maka pelatihan oleh Mahasiswa Universitas Muhamadiyah ini difokuskan pengolahan susu segar dengan menggunakan metode pasteurisasi, selain tidak memerlukan banyak alat, pasteurisasi mudah diterapkan. Pasteurisasi sendiri adalah cara mengolah susu dengan suhu tertentu dengan tujuan agar bakteri dan spora yang terkandung dalam susu hilang. dengan pasteurisasi, nutrisi yang terkandung dalam susu akan tetap terjaga.

“Kelemahan dan keunggulan dari susu pasteurisasi ini, susu tidak dapat bertahan lama hanya bisa bertahan sekitar seminggu dengan suhu dingin (kulkas), itu kelemahannya, akan tetapi keunggulan dari olehan ini adalah sehat dan tidak menggunakan bahan berpengawet.” Terang Nabila

Selain edukasi dan praktek bagaimana mengolah susu dengan metode Pasteurisasi Ibu PKK yang mengikuti pelatihan juga mendapatkan pelatihan bagaimana mengemas hasil olah susu tersebut dengan tetap berstandar kesehatan. Pengemasan hasil olah susu dengan metode sterilisasi. Proses pelatihan sterilisasi yang diberikan oleh lima (5) mahasiswa kepada Ibu PKK ini terbilang sangat mudah, yaitu proses penguapan dengan menggunakan alcohol dan air.

“Tujuan sterilisasi kemasan adalah mematikan bakteri yang terdapat dalam kemasan agar susu tidak terkontaminasi dengan bakteri.  Karena kandungan yang tinggi dalam susu akan mudah rusak jika susu sudah terkontaminasi dengan bakteri, selain itu bakteri akan merugikan bagi tubuh terutama pencernaan” jelas Harum, salah satu dari mahasiswa PMM.



Diharapkan dari pelatihan oleh mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah bersama ibu-ibu PKK dusun Busu ini, warga mempunyai pengetahuan dan tahu cara membuat olahan susu segar yang nantinya bisa dijadikan tambahan ekonomi keluarga dari hasil penjualan produk turunan dari susu segar ini.

Dalam pelatihan ini terlihat beberapa perwakilan ibu PKK praktek langsung dari tahap awal hingga akhir yang didampingi oleh mahasiswa PMM dihadapan ibu-ibu peserta pelatihan yang lainnya. Dengan sabra dan telaten para mahasiswa yang kesemuanya berkerudung ini mempraktekan dan memberi contoh kepada peserta pelatihan hingga semua peserta paham dan mengerti dengan benar.

 “Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar, yang mana diikuti oleh kurang lebih 27 ibu-ibu PKK. Padahal target awal hanya menargetkan 15 saja” ujar Laila Nur Fadila selaku penanggung jawab kegitan ini. 

Tidak berhenti pada pelatihan dan edukasi pengolahan susu jeli, mahasiswa PMM ini juga kedepannya akan membantu dan mendampingi peserta pelatihan ini dalam memasarkan produk susu jeli yang di hasilkan dari pelatihan ini.

“kami harapkan hasil dari pelatihan ini masyarakat dusun Busu bisa dan lebih semangat untuk mengembangkan produksi susu jeli di desanya.  Yang tentunya akan sangat banyak membantu ekonomi keluarga, dan juga kedepannya Busu bisa mempunyai produk unggulan dari susu yang di kelola oleh warganya sendiri. Dimana para kepala keluarga dapat fokus merawat sapi perah, sedangkan ibu PKK yang juga berperan sebagai ibu rumah tangga dapat mengolah susu segar menjadi produk yang mendongkrak pemasukan sehingga tercipta ketahanan keluarga khususnya di masa pandemik” tegas Nur Fadila saat ditemui diakhir acara.

Antusias masyarakat dalam pelatihan ini juga terbilang sangat luar biasa, dari awal hingga akhir pelatihan Ibu-ibu PKK yang hadir dengan membawa anak-anaknya itu sangat aktif dalam mengikuti pelatihan, guyonan dan pertanyaan berkenaan dengan pelatihan pengolahan susu ini bisa dilihat tidak berkurangnya peserta dalam pelatihan dari awal hingga akhir.

“saya berminat untuk memproduksi susu jeli, saya berharap kegiatan ini ada tindak lanjutnya.” Ujar ibu Istiqomah, salah satu ibu PKK yang hadir dalam kegiatan tersebut.